Wednesday , 23 October 2019

Atasi Karhutla dan Kemarau Panjang, Warga MA di Pontianak Gelar Salat Istisqa

  • 01 October, 2019  17:54:15 

  • Kemarau panjang dan karhutla (kebakaran hutan dan lahan) yang terjadi di sebagian Indonesia membuat beberapa wilayah terkena dampaknya. Akibatnya, kabut asap dan kualitas udara yang buruk menimpa Sumatera dan Kalimantan. Di daerah lain juga lahan pertanian dan sumber air mengering, kebutuhan masyarakat akan air terkendala.

    Perguruan Mathlaul Anwar Pontianak Kalimantan Barat menggelar shalat sunnah istisqa agar bencana kekeringan dan masalah kabut asap dapat segera berakhir.

    Sholat sunnah istisqa yang dilangsungkan Sabtu (21/09) di halaman Perguruan Pondok Pesantren Mathlaul Anwar Pontianak diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan santri Pondok Pesantren Mathlaul Anwar Pontianak serta mahasiswa yang sedang PPL dengan khidmat dan khusyuk.

    Baca juga :  Gandeng Trainer dari Singapura, MAGS Gelar Pelatihan Guru Internasional

    Ustadz Ahmad, SQ. STh. I, guru tahfidz Pondok Pesantren MA Pontianak selaku Imam shalat dan Ustadz Jamaluddin, wakil pimpinan Pondok Pesantren MA Pontianak selaku khatib.

    Khatib pada shalat istisqa mengajak jamaah agar senantiasa untuk mengintrospeksi diri dan memperbanyak istighfar.

    “Mari kita perbanyak istighfar dan selalu mawas atau introspeksi diri seraya memohon ampunan kepada Allah SWT” sampainya pada jamaah.

    Khatib shalat juga berharap agar hujan cepat turun sehingga bencana kekeringan dan karhutla yang menimpa dapat segera berakhir.

    Karhutla yang terjadi sehingga menyebabkan kabut asap membuat Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar yang berada di pusat kota dan merupakan wilayah terdampak jelas sangat terganggu aktivitas kesehariannya, tapi belajar mengajar di lingkungan Perguruan Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar tetap berlangsung, karena semua santri Pondok Pesantren MA Pontianak bermukim di asrama.

    Baca juga :  Ketua Perguruan MA Buaranjati; Jabatan Kapala Madrasah adalah Amanah

    Sementara, lembaga pendidikan formal selain pesantren, sesuai instruksi Gubernur terpaksa diliburkan karena berdasarkan dinas kesehatan provinsi kabut asap yang melanda menjadikan kualitas udara yang tidak sehat.

    Terkait kebakaran hutan dan lahan yang terjadi, Ustadz Ahmadi, dewan guru di Pondok Pesantren MA Pontianak berharap agar masyarakat ikut peduli terhadap lingkungan terutama perusahaan-perusaan yang membuka lahan di mohon tetap memperhatikan keberlangsungan hidup masyarakat luar jangan hanya ingin menghemat biaya dan banyak meraup keuntungan.

    “Semoga pemerintah bersikap tegas terkait oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab ini. Dan masalah kabut asap ini juga segera berakhir” pungkasnya. (faiz)

    56 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial