Wednesday , 23 October 2019

Pusat Studi Politik dan Pemerintahan UNMA Banten Launching “Lorong Diskusi”

  • 02 October, 2019  12:20:11 

  • Cikaliung, Mathlaonline,–Pusat Studi Politik dan Pemerintahan Fakultas Hukum dan Sosial Universitas Mathlaul Anwar Banten meluncurkan forum dialetika bernama “Lorong Diskusi”.

    Lorong diskusi diselenggarakan dua kali dalam sebulan dengan mengahadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya dan isu aktual yang menjadi bahan diskusi.

    Forum diskusi ini dihadiri oleh para Dosen di Fakultas Hukum dan Sosial, puluhan mahasiswa Universitas Mathlaul Anwar, delegasi Perhimpunan Mahasiswa Hukum Banten, serta aktivis hukum dan pegiat anti korupsi di Pandeglang turut membersamai jalannya diskusi.

    Dalam kegiatan perdananya, lorong diskusi mengangkat pembahasan polemik RUU KUHP, RUU KPK, dan RUU lainnya yang menimbulkan kontroversi, sebagai narasumbernya adalah advokat dan praktisi hukum asal Banten, Agus Setiawan, SH. MH.

    Baca juga :  MU'JIZAT AL-QUR'AN (Tulisan ke-4)

    Dalam paparannya, Agus Setiawan menyampaikan agar legislatif tidak terburu-buru dalam pengesahan RUU yang menimbulkan kontroversi.

    “Pemerintah jangan terburu-buru dalam pengesahan RUU yang menyebabkan kontroversi, ditunda dulu dan menunggu pengujian publik yang matang,” sampainya di lorong Fakultas Hukum dan Sosial UNMA Banten (1/10).

    Ia juga mengapresiasi aksi demonstrasi yang masif dilakukan mahasiswa akhir-akhir ini, dan turut berduka atas korban jiwa dan luka yang disebabkan represifitas aparat dalam demonstrasi.

    Mantan pengacara Imam Samudera ini menyikapi perubahan RUU KUHP dan RUU KPK untuk peningkatan kualitas, penguatan dan ia mendukungnya. Namun jika untuk pelemahan bahkan meruntuhkan wibawa institusi, ia menolaknya.

    Sementara, Eko Supriatno inisiator lorong diskusi dan dosen FHS UNMA Banten menyatakan bahwa tujuan dari forum ini adalah untuk membuka ruang dialog yang konstruktif di lingkungan kampus.

    Baca juga :  Mathla'ul Anwar Gelar Peduli Korban Banjir Di Riau dan Sumbar

    “Pandeglang ini kurang dan sedikit ruang-ruang diskusi, maka kami di PSPP UNMA Banten membuka ruang diskusi yang bersifat inklusif. Kami membahas isu yang faktual di setiap diskusinya tentu dengan narasumber yang berbeda tapi ahli di bidangnya,” katanya.

    Faiz Romzi, peserta lorong diskusi berharap agar forum seperti ini terus berjalan dan dilakukan secara berkala, sehingga banyak nutrisi keilmuan yang didapatkan.

    “Jika di Ciputat ada Formaci (Forum Mahasiswa Ciputat) yang banyak menghasilkan pemikir besar baik nasional maupun lokal. Maka, di Cikaliung ini (UNMA/red) adalah similar forum dan bisa disebut juga Formaci alias Forum Mahasiswa Cikaliung. Harapannya agar Forma Cikaliung ini bisa mengikuti jejak-jejak forum mahasiswa yang banyak mengahsilkan pemikir,” harapnya. (faiz)

    70 total views, 2 views today

    Please follow and like us:

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial