Friday , 27 November 2020

Harapan Baru di Tahun Baru Islam

  • 20 August, 2020  18:44:39 

  • Oleh : Dimas Dharma Setiawan
    Wakil Sekjend GEMA Mathla’ul Anwar

    Mathla’ul Anwar(Opini),- Sama seperti sebelumnya setiap memasuki tahun baru Islam suasana tidak begitu meriah, ditambah saat ini masih dalam situasi wabah Covid19. Memang tidak ada kewajiban bagi Umat untuk merayakan tahun baru Islam, namun setidaknya patut disadari bahwa tahun baru Islam dimaknai sebagai momentum kegembiraan bahwa kita telah dipanjangkan umur untuk terus beribadah kepada Allah Aza Wa Jalla. Selain itu dapat dimaknai sebagai bukti bahwa Islam terus tumbuh di bumi ini dan juga dimaknai sebagai refleksi perjalanan kehidupan seorang umat.

    Dalam sebuah riwayat, Abu Musa Al-Asy’ari berkata kepada Sayyidina Umar r.a, bahwa “surat-surat telah sampai kepada kami dari Amirul Mu’munin, tetapi kami bingung menjalankannya. Kami membaca sebuah dokumen yang dibuat pada bulan Sya’ban, namun tidak cukup tahu Sya’ban tahun ini atau tahun sebelumnya” (Syaikh Abdurahman Al-Jabarti,1825). Sayyidina Umar r.a kemudian mengumpulkan para sahabat untuk berijtihad menentukan tahun dan awal bulan pada kalender Islam.

    Sempat terjadi perdebatan, ada yang mengusulkan penentuan awal bulan kalender Islam diambil dari nama bulan kelahiran atau nama bulan wafatnya Nabi S.A.W. Selain itu ada yang mengusulkan bulan dimana Nabi S.A.W menerima wahyu dan diangkat menjadi Rosullulah. Dipenghujung ijtihad, Sayyidina Utsman r.a merekomendasikan kepada Sayyidina Umar r.a agar awal bulan kalender Islam diambil dari masa perjalanan Hijrah Nabi S.A.W pada bulan Muharram. Usulan tersebut direstui oleh Sayyidina Umar r.a maka disebutlah Hijriyah untuk satuan tahunnya dan Muharram sebagai awal bulannya.

    Tidak ada keraguan pada bulan Muharram, satu hadits menyebutkan “sesungguhnya zaman berputar sebagaimana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan, diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban.” (HR. Al-Bukhari 2958).

    Baca juga :  Menggurat Senyum dari Rumah Bahagia

    Keutamaan bulan Muharram diantaranya melakukan puasa sunnah, dalilnya “sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram.” (HR. Muslim no. 1982). Melaksanakan puasa As-syuro, dalilnya “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, kemudian beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari As-syuro. Beliau bertanya :”apa ini?”, mereka menjawab :”sebuah hari yang baik, ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu sebagai wujud syukur. Maka beliau Rasulullah menjawab :”Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian (Yahudi), maka kami akan berpuasa pada hari itu sebagai bentuk pengagungan kami terhadap hari itu (HR. Bukhari). Ada ulama yang berpendapat agar tidak menyerupai orang Yahudi maka berpuasa pada hari sebelumnya, dalilnya ”Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa Asyuro’, dan memerintahkan sahabat untuk berpuasa, mereka berkata:’Wahai Rasulullah, itu adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:’Apabila kita berjumpa dengan tahun depan Insya Allah kita akan berpuasa di tanggal sembilan.’ Ibnu ‘Abbas berkata:’Maka tidak datang tahun depan hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat.’”(HR.Muslim : 1134).

    Setelah bulan Muharam masih ada sebelas bulan dalam kalender Hijriyah. Semua bulan memiliki kebaikan yang membawa kemaslahatan bagi Umat. Jika ada perilaku sosial yang berharap pada setiap momentum pergantian tahun baru masehi, maka kita sebagai umat Islam sangat bisa untuk lebih dari berharap pada momentum pergantian tahun baru Islam dengan cara berdo’a kepada Allah yang maha pengasih dan penyayang yang maha tahu akan hari esok.

    Berharap wabah covid19 diangkat dari muka bumi dimana hanya kekuatan Allah Maha Besar yang bisa menghidupkan dan mematikan mahluk-Nya. Wabah tersebut telah merenggut banyak korban jiwa. Data terakhir per-tanggal 18 Agustus 2020 disebutkan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid19 ada penambahan sebanyak 1.673 kasus baru terkonfirmasi positif Corona. Dengan demikian jumlah total penularan sebanyak 143.043 kasus. Penyebaran virus harus segera dihentikan, segala upaya yang terbaik telah dilakukan, kita kuatkan upaya tersebut dengan terus bermunajat kepada Ilahi Robi seraya bertobat kepada-Nya agar bumi yang kita cintai ini kembali sehat,bersih dan aman dari Covid19.

    Baca juga :  Kunjungi MA Bakung, Pimpinan Pusat PCI MA Buatkan Sumur Bor dan Gelar Santunan

    Berharap Indonesia terhindar dari resesi ekonomi yang semakin mengahantui. Sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina disebut sudah mengakui bahwa mereka masuk kedalam jurang resesi ekonomi. Menurut Mohamad Faisal dalam prediksinya di media detik.com bahwa ekonomi Indonesia akan resesi di kuartal III-2020 dan sepanjang tahun 2020 ekonominya akan minus 1,5-3%. Penulis manambahkan bahwa ekonomi suatu negara pasti bergantung dengan negara lainnya, aktifitas perdagangan menjadi variabel utama terikatnya antar negara. Jika ekonomi salah satu negara sudah melemah maka akan mempengaruhi ekonomi negara lainnya.

    Berharap proses Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak berjalan lancar, aman dan sukses menghasilkan pemimpin yang berintegritas dan berkualitas. Ada sekitar 270 daerah yang akan melangsungkan Pilkada serentak, tahapan pelaksanaan sudah mulai berjalan. Sejumlah dinamika juga sudah terlihat berupa sikap atau aksi kekecewaan kelompok dari calon perseorangan yang tidak lolos verifikasi data dukungan. Dinamika perpecahan kepengurusan partai politik juga kerap terjadi yang mempengaruhi dualisme surat dukungan untuk dua pasangan calon yang berbeda. Proses tahapan kampanye dan pelaksanaan pencoblosan juga biasanya paling rawan konflik sosial dan hukum. Gesekan antar pendukung jangan sampai terjadi lagi dan juga harus dihindari. Politik kotor memberikan suap pada pemilih juga disinyalir kerap terjadi sebelumnya sehingga jangan terjadi lagi dimasa datang. Sebagai warga negara yang baik kita berhak untuk dipilih dan memilih, dengan demikian suksesnya Pilkada serentak tergantung pada tekad dan komitmen pada diri kita.

    Baca juga :  Mengenal Tentang Gratifikasi

    Berharap kerukunan antar umat beragama dan suku yang dianut oleh penduduk Indonesia terjalin lebih baik dari sebelumnya. Berdasarkan data sensus penduduk Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010 bahwa jumlah penduduk Indonesia berada diangka 271juta orang, dan jumlah suku di Indonesia sebanyak 1.330 suku yang tersebar di 34 Propinsi. Selain itu ada 6 agama yang syah menurut Undang-Undang Dasar 1945. Kemajemukan harus dibarengi dengan semangat persatuan dan kesatuan Indonesia sebagaimana telah digariskan oleh Pancasila. Tujuannya tidak lain agar terwujud rasa saling asah, asih dan asuh sesama anak bangsa.

    Berharap para pelajar dapat kembali belajar secara langsung di Sekolah. Sejumlah pemerintah daerah ada yang menerapkan kebijakan belajar dari rumah atau belajar langsung di sekolah. Perbedaan terjadi berdasarkan perkembangan pandemic covid19 di masing-masing daerah. Putra penulis yang merupakan pelajar pada sebuah sekolah di Kabupaten Pandeglang secara bertahap sudah mulai melaksanakan kegiatan belajar di sekolah. Pihak sekolah memberlakukan protokol kesehatan berupa pengaturan jam belajar, membatasi jumlah siswa/i, mengatur posisi duduk dan pengaturan aktifitas sekolah lainnya. Bagi penulis Anak yang datang ke sekolah dirasa akan lebih terbangunkan semangat belajarnya dibanding belajar di rumah. Mengingat tidak semua orang tua memiliki kemampuan intelektual menguasi semua disiplin ilmu pengetahuan sebagaimana dikuasai oleh para Guru.

    Tentu masih banyak harapan dan cita-cita yang kita inginkan terwujud lebih baik dari sebelumnya pada masa yang akan datang. Oleh karenanya selagi masih diawal bulan Muharram mari kita berd’oa seraya berusaha dan bertawakal kepada Allah SWT pemilik kehidupan ini dengan terlebih dulu memperbaiki diri kita, niat, ibadah, sholat, zakat dan amalan kita agar do’a yang kita lantuntan dikabulkan dan mendapatkan kerberkahan dari-Nya. Selamat Tahun Baru Islam 1442 H !.

    Editor : Roby Ghobriz

     78 total views,  4 views today

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial