Thursday , 21 January 2021

Menimbang Kekuatan & Tantangan Mathlaul Anwar

  • 01 January, 2021  13:11:46 

  • S. Miharja, Ph.D*

    Diskusi ini menjadi transparan & berani. Karena, menurut moderator M. Zen, diskusi dihadiri kalangan internal & eksternal Mathlaul Anwar. Mereka dari internal Mathlaul Anwar (baca MA) dan kalangan profesional yang berhati profetik (sunnah), insyaAllah.

    Pandangan yang bersifat otokritik, destruktif & futuristik nikmat untuk disimak. Sejujurnya, MA memiliki kekuatan, namun juga terdapat kelemahan. Di sisi yang optimis, MA pun mendapat tantangan & peluang yang sangat bagus untuk umat Islam Indonesia sekarang dan masa yang akan datang.

    *”Kekuatan MA”* bergerak dalam pendidikan, dakwah & sosial. Dari sejumlah kampus MA, telah bertebaran hasil riset, karya ilmiah dan tulisan tentang MA dari semua aspeknya. Sistem pendidikan dan persaudaraan MA teruji mampu mencapai kualitas alumni & kader pada kepemimpinan di semua sektor.

    Namun demikian MA pun harus berani secara jujur melihat ke dalam dari *”sisi kelemahan”.* Aspek leadership secara institusional dan personal, dipandang belum optimal menggerakan seluruh sumberdaya organisasi yang sebenarnya cukup banyak. Data sumberdaya dan asset baik lembaga pendidikan, SDM, alumni, kader, dll belum terkelola menjadi sistem manajemen data yang menjadi kapital organisasi.

    Baca juga :  Apa Akar Penjajahan israel di Palestina?

    Posisi fiqh MA antara NU dan MD belum tersosialisasi dan diaplikasikan kepada masyarakat. Peran kader di struktural belum utuh mengamalkan ajaran agama, masih di pinggiran, belum mainstream.

    *”Peluang” bagi MA*, pandangan fiqh yang berada di tengah antara NU dan MD menjadi lebih fleksibel dan dapat menerima keragaman. Identitas MA yang kuat dalam khittohnya ditopang sumberdaya yang banyak dapat digerakkan atas nama amal shalih. Posisi tengah ini dapat masuk pada kalangan milenial yang dipandang praktis. Juga dapat diterima unsur pemerintah sebagai ormas pe-mediasi.

    *Tantangan untuk MA* ke depan yang lebih baik, sistem pendidikan unggul MA & kaderisasi yang piawai telah memberikan hasil, dimana alumnus dan kader MA masuk pada posisi struktural kenegaraan, seperti Parlemen, Kemendagri, Kemenag, bahkan Kepresidenan, dll. Realitas ini menjadi pigur kuat untuk diikuti pada jenjang di provinsi & kabupaten/kota, serta organisasi usaha & organisasi profesi sesuai levelnya.

    Baca juga :  JK Minta Full Day School Tak Diputuskan di Tingkat Menteri

    Untuk ini perlu eksplorasi secara optimal seluruh sumberdaya organisasi yang dimiliki seperti jumlah lembaga, asset, amal usaha, kader, alumni, pengurus, struktur, dll. Sesuai program pemerintah, dapat sambut basis amal usaha melalui aktifitas dakwah, pelayanan kesehatan, pengembangan ekonomi keumatan syariah bekerjasama dengan perbankan (seperti paytren, koperasi, BMT, dst)

    MA pun perlu revitalisasi dengan mengembangan dakwah berbasis IT (seperti aplikasi UMMA). Dakwah cerdas memanfaatkan beragam platform media sosial. Perguruan Tinggi MA sebagai pusat teknologi dapat memperkenalkan dan mensosialisasikan gagasan MA (termasuk keragaman pandangan fiqh) kepada masyarakat global sehingga dipahami sebagai distingsi organisasi.

    Dalam pemerintahan, MA perlu mendorong kader-kader MA untuk menempati berbagai posisi jabatan struktural di berbagai bidang dan level. MA membuka diri lebih luwes dan intensif berinteraksi dengan ormas lain dan Pemerintah dengan pola interaksi yang produktif dan bargaining yang sepadan.

    Baca juga :  Mathla'ul Anwar Keluarkan Rekomendasi di Rakernas II

    Dalam pendidikan calon pemimpin secara umum, MA dapat melakukan riset tentang problematika Otda di Kabupaten/Kota yang ditenggarai banyak ketidak beresan akibat lemahnya komitmen dan integritas aparatur daerah sehingga berdampak buruk bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

    MA pun dapat menyelenggarakan pendidikan untuk calon politikus untuk membekali mereka agar dapat menjaga integritas dan moral jika menjadi pemegang kekuasaan.

    Demikian refleksi MA di akhir tahun 2020, sambut optimisme peran & tugas amal sholih di tahun 2021. Pandangan yang tak terbatas tentu dapat dibuat forum di berbagai tingkat keorganisasian internal MA. Apa yang kita lakukan sebagai amal shalih, itulah yang Allah SWT berikan pahalanya kepada para pelaku amalnya. Berlomba dalam kebaikan adalah bekal terbaik untuk kehidupan di dunia dan di akhirat kelak. Wallahu’alam

    *Pengurus Daerah Mathla’ul Anwar Garut

     

     

     

     115 total views,  5 views today

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial