Thursday , 21 January 2021

Sosok Pejuang MA Telah Pergi

  • 07 January, 2021  00:52:08 


  • Keluarga Besar Mathla’ul Anwar hari ini berduka, salah satu sosok pejuang Mathla’ul Anwar KH M Irsyad Djuwaeli meninggal dunia.

    K.H M Irsyad Djuwaeli merupakan Ketua Mejelis Amanat Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) meninggal pada Rabu, 6 Januari 2021 pukul 14.20 WIB di Rumah Sakit Umum (RSU) Serang, Banten.

    KH M Irsyad Djuwaeli yang juga dikenal sebagai tokoh pendiri Propinsi Banten ini sedari muda sangat gigih berjuang bersama organisasi masyarakat yang disebut-sebut terbesar ke-3 setelah NU dan Muhammadiyah, Mathla’ul Anwar.

    Selepas menyelesaikan Sekolah Rakyat tahun 1961, pria kelahiran Pandegelang 12 Juli 1949 ini melanjutkan sekolah di Madrasah Pendidikan Guru Agama (PGA) Mathla’ul Anwar dan Madrasah Aliyah Mathla’ul Anwar.

    Di sekolah inilah, panggilan jiwa pejuangnya membara. Irsyad Djuwaeli muda terpanggil jiwanya ikut membesarkan Mathla’ul Anwar dengan menerima tampuk pimpinan sebagai Ketua DPP Ikatan Pelajar Mathlaul Anwar selama dua periode 1965-1975. Bahkan sempat merangkap sebagai Ketua Generasi Islam pada tahun 1968.

    Kiprahnya sebagai penggerak pelajar dan pemuda Mathla’ul Anwar beralih estafet tatkala terpilihnya, bapak empat anak ini menjadi Sekretaris Jenderal (sekjen) Mathla’ul Anwar pada tahun 1975. Bahkan sempat menjabat 4 periode hingga tahun 1991.

    Baca juga :  Kemenag Fokus Penuhi Kebutuhan Guru Pendidikan Agama Islam

    Suami Hj Tuti Sri Murniati ini seakan tak lelah berjuang, bukannya mundur dari aktivitasnya di Mathla’ul Anwar, seiring terpilihnya sebagai anggota DPR RI tahun 1992, alumnus fakultas social Universitas Jayabaya ini justru diamanahi menjadi Katua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, tepatnya pada Muktamar XIV Mathla’ul Anwar.

    Muktamar Mathla’ul Anwar XIV sendiri, merupakan tonggak sejarah bangkitnya kembali Mathla’ul Anwar, tepat pada masa semaraknya pembangunan nasional bangsa Indonesia. Keputusan bersejarah ini rupanya tak disia-saikan. Rupanya gerak cekatan dan kemampuan diplomasi dan lobi yang handal, pengambilan keputusan strategis yang ia ambil sebagai Ketua PB MA rupanya mempunyai dampak yang sangat luas dalam berbagai kegiatan organisasi di segala bidang di kemudian hari. Berbagai terobosan dilakukan untuk mengembangkan Mathla’ul Anwar pada masa kejayaannya yang pernah dirasakan pada waktu-waktu sebelumnya.

    Wilayah-wilayah dan daerah-daerah kepengurusan Mathla’ul Anwar semakin meluas menyebar di tanah air Indonesia. Lembaga-lembaga pendidikan yang sebelumnya menurunkan papan nama dan aktivitasnya dapat bangkit kembali meski secara perlahan-lahan. Anggota dan simpatisan organisasi yang sebelum tercerai berai mulai terhimpun kembali, jaringan komunikasi organisasi antara wilayah dan daerah dengan pusat menjadi lebih lancar. Lembaga-lembaga dan organisasi-organisasi penunjang mulai bangkit dengan melakukan berbagai aktivitasnya, seperti bangkitnya kembali organisasi pemuda melalui Generasi Muda Mathla’ul Anwar. Begitu juga dengan organisasi Muslimat dan kegiatan Majelis Fatwa yang semakin aktif, hubungan dengan pemerintah semakin harmonis yang berdampak pada diperolehnya banyak kemudahan dari pemerintah dalam melakukan kegiatan organisasi.

    Baca juga :  Pernyataan Sikap Pengurus Besar Mathla’ul Anwar Atas Kejahatan Penusukan Terhadap Menteri Polhukam Jenderal (Purn) Dr. H. Wiranto

    Peningkatan itu paling tidak tercermin dalam jumlah pengurus wilayah yang sebelumnya tinggal 3 wilayah yang dianggap aktif sudah meningkat menjadi 14 wilayah yang aktif. Banyak wakil-wakil perguruan pendidikan yang mengikuti Muktamar. Demikian halnya Generasi Muda Mathla’ul Anwar dan Muslimat Mathla’ul Anwar dipercaya menjadi organisasi badan otonom

    Di era kepemimpinannya, wilayah dan daerah Mathla’ul Anwar terus berkembang dari 14 propinsi hingga mencapai 24 propinsi. Pembinaan dalam bidang pendidikan terus ditingkatkan. Banyak gedung sekolah (perguruan tinggi) baru dibangun dan lebih banyak lagi merehabilitasi bangunan-bangunan madrasah yang sudah ada. Kegiatan-kegiatan pembinaan pendidikan mulai aktif dilakukan, kunjungan-kunjungan organisasi bagi pengurus wilayah maupun daerah secara aktif pula dilakukan Pengurus Besar Mathla’ul Anwar.

    Baca juga :  Ini Perguruan Tinggi Mitra dan Tata Cara Pendaftaran PBSB 2017

    Hingga pada Muktamar XVIII yang dilaksanakan di Hotel Marbela Anyer – Banten, Tahun 2010, pejuang yang dikenal juga sebagai tokoh pendiri Propinsi Banten ini memberikan estafet kepemimpinan Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar (PBMA) kepada K.H. Ahmad Syadeli Karim, Lc dan K.H. M Irsjad Djuwaeli menjabat sebagai Ketua Majelis Amanah hingga saat ini.

    Selamat jalan pejuang, tokoh bangsa, putra terbaik, super mentor kami, orang tua kami. Allohummagfir lie Alhajj Irsjad Djuwaeli, warfa’ darojatahu fil mahdiyyiin wafsih lahu fii qobrihi, wa nawwir lahu fiihi, wakhlufhu fii ‘aqibihi Allohumma aamiin
    (Ya Allahberikan magfirah-Mu untuk Orang Tua Kami Haji Muhammad H M. Irsjad Djuwaeli, Berikan Almarhum Posisi Terbaik di sisi-Mu, Berikan Tempat yang Lapang di Alam Kuburnya, Berikan Cahaya Benderang di Alam Kuburnya, Berikan Kebaikan-Mu atas Kesabaran Keluarga yang ditinggalkan. Allohumma aamiin)

    H. Oke Setiadi Affendi M.Sc
    Sekjen Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA)

     64 total views,  2 views today

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial