Thursday , 21 January 2021

Obituari KH Irsyad Djuwaeli: Spirit Lintas Zaman dan Dedikasi Sepanjang Hayat untuk Mathla’ul Anwar

  • 08 January, 2021  18:16:20 

  • Oleh: Faiz Romzi Ahmad (Kabid Pendidikan DPW HIMMA Banten)

    “Assalamualikum, innalilahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Bapak H.M Irsyad Djuwaeli (Tokoh Banten/Tokoh Mathla’ul Anwar/Tokoh BRAVO 5) jam 14.20 di RSU Banten dengan tenang. Mohon maaf apabila ada salah dan hilap. Semoga beliau husnul khotimah. Aamiin YRA. (H Andi Yudi/H Dedi Yuda),” tulis pihak keluarga (H Andi Yudi/putera KH Irsyad) melalui keterangan pesan berantainya di aplikasi pesan instan whatsapp.

    Drs M KH Irsyad Djuwaeli MM, merupakan Ketua Majelis Amanah PB Mathla’ul Anwar, wafat pada Rabu (6/1/2021) siang sekitar pukul 14.20 WIB pada usia 72 tahun. Beliau tokoh Mathla’ul Anwar dan tokoh pendiri pembentukan Provinsi Banten.

    Komitmen Kebangsaan Kiai Irsyad

    “Segala sesuatu yang dimusyawarahkan ini, tentunya segala hal yang menyangkut urusan apa yang menjadi maslahat bagi ummat dan Negara (liislahil ibad wal bilad)” adalah pemikiran Kiai Uwes Abu Bakar dalam Kitabnya Islachul Ummah Dalam Menerangkan Arti Ahlus Sunnah wal Jamaah. Sebuah penekanan tentang urgensi unifikasi ummat dengan persoalan kebangsaan dari KH Uwes Abu Bakar yang terwarisi pada Kiai Irsyad Djuwaeli.

    Irsyad Djuwaeli muda bersama figur sentral dalam Mathla’ul Anwar seperti Kiai Entol Burhani dan Kiai Uyeh Baluqia Syakir memiliki wawasan kebangsaan yang cukup mapan, berkat tangan dinginnya Irsyad muda berhasil mengadopsi Pancasila kedalam konstitusi dasar Mathla’ul Anwar di Muktamar tahun 1975.

    Baca juga :  UN bukan cuma ujian tapi buat ukur kompetensi siswa

    Sebagai organisasi keagamaan yang bersikap tasamuh, tentu Kiai Irsyad dan para pimpinan Mathla’ul Anwar memiliki komitmen untuk mengintegrasikan nilai – nilai keislaman dan keindonesiaan.

    Tak berhenti di sana, keteguhan pria kelahiran Pandeglang 12 Juli 1949 ini terhadap nilai – nilai Pancasila selalu ia khotbahkan dalam kegiatan formal dan non formal Mathla’ul Anwar. Ini pengalaman penulis yang juga merupakan kontributor di mathlaulanwar.or.id saat berkesempatan untuk mengikuti kegiatan yang dihelat oleh PB Mathla’ul Anwar dan mencatatnya dalam bentuk rilis berita.

    Setahun yang lalu misal, saat pembukaan Rakernas Bidang Pendidikan PBMA di Menes, Kiai Irsyad dalam sambutannya dengan tegas mengatakan bahwa Mathlaul Anwar sangat komitmen dengan Pancasila.

    “Kami menyayangkan dengan opini sebagian orang yang menyatakan MA anti Pancasila, masyarakat MA merupakan masyarakat yang Pancasilais,” tegas Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar 1991 – 2010 ini.

    Sosok yang humble ini selalu bersemangat dalam setiap kegiatan Mathla’ul Anwar. Ia tidak biasa sambutan dengan durasi yang singkat di kegiatan MA. Di sambutan – sambutannya yang panjang, ia selalu bercerita tentang MA yang dulu, sekarang, dan nanti.

    Baca juga :  Potongan 50% untuk Lulusan Mathla'ul Anwar

    Dedikasi Sepanjang Hayat dan Spirit Lintas Zaman

    Jejak bakti Kiai Irsyad di Mathla’ul Anwar sudah tercatat sejak tahun 1965, saat ia menjadi Ketua Ikatan Pelajar Mathla’ul Anwar (IPMA) sampai tahun 1975. Tak cukup untuk Kiai Irsyad aktif di gerakan kemahasiswaan Mathla’ul Anwar. Ia aktif dalam beberapa Muktamar MA sebelum terpilih menjadi Sekretaris Jenderal PBMA tahun 1985 – 1990 di Muktamar tahun 1985. Ia memparipurnakan baktinya di Muktamar 1991 dan terpilih menjadi Ketua Umum PBMA periode 1991 – 2010.

    Saat menjadi Ketua Umum, beliau dikenal luas oleh publik Mathla’ul sebagai aktor dari kebangkitan Mathla’ul Anwar di dekade 1990-an. Pembinaan pendidikan, merehabilitasi bangunan madrasah, aktifasi kunjungan keorganisasian ke daerah, masif dilakukan saat MA dinahkodai beliau. Prestasi yang tak kalah hebat adalah pendirian Perguruan Tinggi Mathla’ul Anwar di Cikaliung – Saketi yang kini menjadi UNMA Banten. Eskalasi jamaah, ekspansi kepengurusan wilayah dan daerah, kuantitas dan kualitas madrasah mengalami kenaikan yang cukup signifikan di bawah kepemimpinan Kiai Irsyad.

    Baca juga :  MTs Mathlaul Anwar Tuyau dilanda Kabut

    Di saat yang sama, saat Mathla’ul Anwar dinahkodai Kiai Irsyad berhasil melakukan kolaborasi antar segmen yang membuat nama MA mahsyur dalam konstelasi keagamaan di tingkat nasional.

    Pejabat Negara dan media nasional mengikuti dan meliput kegiatan – kegiatan MA. Kiai Irsyad memantapkan MA sebagai salahsatu organisasi Islam terbesar, setelah NU dan Muhammadiyah.

    Baktinya untuk Mathla’ul Anwar tidak mau ia hentikan, pada Muktamar di Anyer 2010 Kiai Irsyad terpilih mejadi Ketua Majelis Amanah PBMA periode 2010 – 2015. Kemudian terpilih lagi untuk periode 2015 – 2020 di Muktamar Pandeglang tahun 2015.

    55 tahun Kiai Irsyad menjadi pembakti di Mathla’ul Anwar. Beliau purna membakti saat sang khaliq memanggilnya keharibaan, menembus dimensi ruang dan waktu menuju perisitirahatan terakhir, Rabu (6/1/2021).

    Kucuran keringatnya selama 55 tahun di Mathla’ul Anwar merupakan ladang kebaikan yang menjadi jariyah. Kiai, layar semangatmu melintasi zaman, seluruh tarikan nafasmu, langkah hidupmu diikhlaskan untuk Mathla’ul Anwar.

    Bagi penulis, Kiai Irsyad merupakan sosok yang egaliter, arif, dermawan, dan bersahaja. Kepadanyalah penulis menimba teladan.

    Allahumagfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu.

     149 total views,  9 views today

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial