Sunday , 11 April 2021

Muktamar XX Mathlaul Anwar, Momentum Mathlaul Anwar Menjadi Mitra Strategis

  • 23 February, 2021  23:03:19 

  • Oleh: Ade Mistawijaya

    Peringatan 105 Tahun dan Muktamar XX Mathla’ul Anwar adalah sebuah momentum bagi Ormas Mathla’ul Anwar untuk mengambil peran sebagai mitra strategis, baik kepada pemerintah maupun kepada elemen masyarakat.

    Karena akhir-akhir ini telah terjadi dikotomi dan perpecahan di antara elemen masyarakat, antara yang pro dan kontra terhadap kebijakan pemerintah. Bahkan pro-kontra ini sangat masif, tajam dan cenderung membahayakan keutuhan NKRI. Sebutan cebong-kampret, radikal-radikul dan kalimat ekstremis kepada sesama sangat mudah kita dapatkan dalam kehidupan sehari-hari.

    Kondisi seperti ini dalam iklim demokrasi tidak sehat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, karena sangat mudah untuk dibenturkan dan diprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan sesaat.

    Baca juga :  Kemarau, Ratusan Hektare Sawah di Bojonegoro Tak Bisa Ditanami

    Saya melihat terjadinya fenomena seperti ini, didasarkan pada dua sisi. Pertama, dari sisi pemerintah, terlalu sering pemerintah mengeluarkan kebijakan yang dianggap berlebihan dan  kontraproduktif, sehingga dianggap lebih cenderung ke kiri. Kedua, dari sisi masyarakat, yaitu terlalu berlebihan dalam menyampaikan kritik dan mensikapi kebijakan pemerintah sehingga dianggap lebih cederung ke kanan.

    Banyak pejabat pemerintah yang tidak elegan dalam mensikapi kritik elemen masyarakat bahkan menganggap sebagai lawan. Dalam negara yang menganut sistem demokrasi terbuka dan modern, seharusnya pemerintah menjadikan kritik sebagai suplemen yang menyehatkan, dengan syarat tidak berlebihan. Karena dengan munculnya berbagai kritik menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian akan nasib bangsanya, dan masyarakat sedang memfungsikan dirinya sebagai kontrol sosial.

    Baca juga :  32 Sekolah Siswa SePandeglang Ikuti Olimpiade Rektor Di Kampus UNMA BANTEN.

    Demikian juga dengan sebagian elemen masyarakat yang lost control dalam mengkritisi kebijakan pemerintah, sehingga pemerintah menganggap bahwa sikap yang berlebihan dianggap ektrem kanan. Atas pandangan yang berlebiahn itu pemerintah mengelarkan PerPres No. 7 Tahun 2021, yang kemudian kita kenal dengan Keppres Ektemisme.

    Melihat fenomena kondisi seperti ini, saatnya Mathla’ul Anwar mengambil peran kedepan sebagai ormas yang mengklaim Ummatan Wasathan (umat ideal yang berada di tengah, harmonis, moderasi, spiritual global).

    Menarik ketengah tuas pemerintah yang cenderung ke kiri, dan menarik ketengah tuas elemen masyarakat yang cenderung ke kanan. Sebagai pemersatu dari kondisi yang mengkhawatirkan. Sehingga Mathla’ul Anwar memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah juga sebagai mitra masyarakat.

    Baca juga :  Kabag Kemahasiswaan LLDIKTI IV: Saya Apresiasi MA Konsisten Terhadap Mutu Pendidikan

    Langkah ini adalah langkah yang sangat elegan dan paripurna sebagai Ormas yang mengedapankan nilai-nilai Dakwah, Pendidikan dan Sosial. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Ali-Imron, Ayat 104. “Dan hendaklan ada sebagian orang diantara kamu yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali-Imron, 104)”.

    Semoga dengan peran ini, Mathla’ul Anwar kedepan akan menjadi episentrum peradaban yang menghadirkan nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Aamiin

    *Penulis merupakan Kader Mathla’ul Anwar yang berkhidmat di MUI Pusat, pada Bidang Badan Penanggulangan Ekstrimisme dan Terorisme (BPET).  

     215 total views,  5 views today

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial