Monday , 26 July 2021

Mathla’ul Anwar Kepuh; Berdiri 1918 dan Madrasah Tertua Kedua Mathla’ul Anwar

  • 21 June, 2021  14:03:04 

  • Kampung Kepuh menjadi pilihan untuk melangsungkan rapat kerja PBMA masa khidmat 2021 – 2026. Bukan tanpa sebab Kepuh menjadi pilihan.

    Di Kepuh – Cinangka Kabupaten Serang ada Perguruan MA yang usainya sudah seabad, madrasahnya terdiri dari 3 tingkatan: MI, MTs dan MA.

    1916 dari tahun berdirinya itu, hanya butuh 2 tahun untuk KH Mas Abdurrahman melakukan ekspansi organisasi.

    Usia madrasah Mathla’ul Anwar di Kepuh sudah 103 tahun, beridri 1918. Ini artinya lebih muda 2 tahun dari usia Mathla’ul Anwar yang ada di Menes, pusatnya.

    Dari ruas utama Carita – Anyer menuju Kepuh jalannya agak menanjak, sepanjang jalan sudah dilakukan betonisasi, dan disini bukan daerah yang blankspot.

    Tapi, mari kita membayangkan Kepuh yang kampung itu pada keadaan tahun 1918.

    Saat kabel – kabel provider internet belum terpasang, jalan yang masih setapak dan menanjak juga gelap tanpa pancaran lampu – lampu jalan. Mari kita bayangkan tahun itu.

    Bagaimana bisa sesama kampung antara Menes – Kepuh yang jaraknya 50 km itu bisa terhubung satu sama lain, dengan berdiri dan adanya entitas Mathla’ul Anwar di sana, yang menjadikan Kepuh sebagai Madrasah MA tertua kedua.

    Kampung dan Madrasah

    Kita semua tahu ini. Bahwa MA berdiri di kampung – kampung, berdiri dalam bentuk pengajian mingguan untuk bapak – bapak di kampung, majelis taklim untuk ibu – ibunya, dan madrasah sebagai alternative anak – anaknya bersekolah.

    Dari madrasah dan kampunglah MA memiliki warga, memiliki kader, memiliki simpatisan, memiliki abiturein, memiliki perwakilan – perwakilan di daerah. Penyebaran MA berawal dari itu, berawal dari kampung dan madrasah.

    Saat sekarang, banyak madrasah – madrasah Mathla’ul Anwar di perkampungan tidak adaptif terhadap laju zaman dan kalah daya saing.

    Disinilah, rumus terbaik dinanti dari nahkoda anyar. Sebagaimana para punggawa MA tempo dulu yang memformulasikan kompas syiar Mathla’ul Anwar di unit – unit amaliyahnya demi menjaga kelanjutan visi.

    Baca juga :  Silaturahmi Nonton Film Surga Menanti, Karya Sineas Mathla'ul Anwar

    Maka, orientasi itu sedang dibangun kembali oleh nahkoda MA yang baru ‘Kembali ke Madrasah’, dengan menghelat Rapat Kerja PBMA di Perguruan MA Kepuh. Melanjutkan kontinuitas gerakan MA, menuju kelanjutan visi.

    Sekilas Sejarah Mathla’ul Anwar Kepuh

    Tenaga pendidik/guru yang melakukan pengajaran di Madrasah Mathla’ul Anwar Kepuh berasal dari Mathla’ul Anwar Menes, atas perintah Mudir bidang pendidikan KH Mas Abdurahman diutuslah beberapa santrinya untuk menjadi guru di Kepuh yaitu :

    1. Ki Abeh (Harbi) bin KH Mas Abdurrahman,

    2. Ki M. Sidik ( Sapijan ), sepulangnya dari mengajar beliau berdagang hingga memiliki istri namun tidak dikaruniai keturunan, kemudian beliau melanjutkan berdagang ke Karawang dan Singapura.

    3. Ki Abidin, beliau punya murid yaitu KH.Abul Syukur, (Kepuh) KH. Hasyim (Nangkaberit), KH Samsudin (Kubang Karees), KH. Abdul Latif (Babakan).

    4. Ki Ahmad Salmani, disamping mengajar beliau juga memiliki keahlian menjahit maka sepulangnya dari mengajar setiap harinya beliau isi dengan kegiatan menjahit.
    Sejak awal berdirinya Mathla’ul Anwar di Kepuh, MA Kepuh konsisten melaksanakan misi utama Mathla’ul Anwar di bidang pendidikan, sosial dan dakwah. Kehadiran MA Kepuh di wilayah Kecamatan Cinangka khususnya, dan Kabupaten Serang pada umumnya sangat terasa.

    Di Kepuh, aktivitas MA dimulai dari pengajian-pengajian, hingga mendirikan lembaga pendidikan formal dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

    Dari awal berdirinya, pendidikan Mathla’ul Anwar Kepuh memiliki fungsi untuk mencerdaskan ummat manusia dan bangsa sehingga menjadi terhormat dalam pergaulan berbangsa dan beragama serta untuk memberikan wawasan yang plural sehingga mampu menjadi penopang kemajauan pembangunan agama dan bangsa.

    Selain madrasah, pendidikan lain yang dikelola oleh Perguruan Mathla’ul Anwar Kepuh adalah pesantren, dengan segala dinamikanya, keberadaan pesantren telah memberikan sumbangan besar yang tidak ternilai harganya dalam mencerdaskan anak bangsa, menyuburkan tradisi keagamaan yang mampu berbaur dengan masyarakat berbekal ilmu-ilmu agama yang kuat serta menciptakan generasi yang berakhlak karimah.

    Baca juga :  "Nalar Politik Aswaja", Telaah atas Pemikiran Politik KH Uwes Abubakar (1912-1973)

    Pendidikan pesantren dirancang dan dikelola untuk menumbuh kembangkan umat yang memiliki kemandirian yang luar biasa, juga mengembangkan ilmu (agama) demi mewujudkan insan sholeh-sholehah yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

    Sebagai lembaga pendidikan, peran utama Pondok pesantren tentu saja menyelenggarakan pendidikan keislaman untuk para santri. Namun dari masa ke masa pesantren tidak hanya berperan dalam soal pendidikan, tetapi juga peran-peran sosial bagi masyarakat di sekitarnya.

    Adapun pondok pesantren yang berdiri saat itu dan berada dibawah naungan perguruan Mathla’ul Anwar Kepuh yaitu :

    1. Pondok Pesantren Nurul Anwar di kampung Kepuh di bawah Pimpinan Ustadz. Sanari Jamil
    2. Pondok Pesantren Miftahul Anwar dikampung Kepuh bawah pimpinan Ibu Hj. Hindun
    3. Pondok Pesantren Roudlotul Anwar Kampung Kepuh di bawah Pimpinan Hj. Aminah ( Ibu Emin)
    4. Pondok Pesantren Syubbanul Anwar di Kampung Dangdeur di bawah Pimpinan Ibu Marsanah
    5. Pondok Pesantren Al-Anwar di Kampung Kubang Karees dibawah Pimpinan KH. Syamsudin
    6. Pondok Pesantren Darul Anwar di kampung Nangka Berit di bawah pimpinan KH. A. Ruyadi Zaeni.

    Seiring dengan berjalannya waktu disertai animo masyarakat yang sangat tinggi murid yang belajar di madrasah Mathla’ul Anwar Kepuh dari tahun ke tahun mengalami peningkatan terbukti dengan banyaknya siswa yang sekolah di madrasah Mathla’ul Anwar Kepuh saat ini tidak hanya dari masyarakat sekitar, melainkan juga dari daerah-daerah lain, seperti dari Jakarta, Tangerang, Lampung, Semarang, Cirebon dan daerah lainnya.

    Bagi siswa yang jauh mereka tinggal di Pondok Pesantren Darul Anwar di bawah Pimpinan/Pengasuh KH. Ahmad Ruyadi Zaeni dan Pondok Pesantren Miftahul Huda di bawah Pimpinan/Pengasuh KH. Iin Faizin.

    Berikut ini adalah tokoh-tokoh yang berjasa besar dalam membangun lembaga pendidikan Perguruan Mathla’ul Anwar Kepuh-Cinangka :

    Baca juga :  Ketua Umum PBMA: MA Salah Satu Pelopor Madrasah Modern

    1. Kyai Sajaya
    2. KH. Saiman (Cikiara)
    3. KH. Akhyar (Kepuh)
    4. KH. Rahiman (Kepuh)
    5. KH. Abdussalam (Kepuh)
    6. Kyai Halimi (Kepuh)
    7. KH. M. Nuh (Kubang Karees)
    8. KH. Masuta (Kubang Karees)
    9. KH. Abdul Syukur (Kepuh)
    10. KH. Isman (Cikondang)
    11. KH. Syadeli ( Cikiara)
    12. Hj. Hindun (Kepuh)
    13. Hj. Neneng Mahdiah (Kepuh)
    14. Hj. Aminah (Kepuh)
    15. Nyi Rofi’ah (Kepuh)
    16. H. Abdul Malik (Kepuh)
    17. KH. Rusydi ( Kepuh )
    18. KH. Syamsudin (Kubang Karees)
    19. H. Jaro Said (Kubangkarees)
    20. KH. Syarto (Kepuh)
    21. KH. Imam Nawawi (Kepuh)
    22. Satra (Kubang Karees)
    23. H. Sakam (Kubangkarees)
    24. H. Kurtubi (Kepuh)
    25. KH. Imam Nawawi (Kepuh)
    26. Khusni Said (Kepuh)
    27. H. Supri Yusuf (Kubang Karees)
    28. H. Hariri (Kubang Karees)
    29. H. Memed Munawar (Kepuh)
    30. Drs.H.Munawir Syafe’i (Kubangkarees)
    31. Drs. Sofwani ( Kubangkarees)
    32. KH. M.Ardabily Akhyar,BA (Kepuh)
    33. Drs. Nunung Januryadi (Jambu)
    34. KH. Arkasim (Kepuh)
    35. KH. Dhoifun,HS.BA (Kepuh)
    36. Juhdi Wijaya (Kepuh)
    37. Abay Saefudin (Kepuh)
    38. Masaliyudin (Kepuh)
    39. Janawi (Kepuh)
    40. Romawi (Kubangkarees)
    41. Ustadz Sanari Jamil (Kepuh)
    42. KH. A. Ruyadi Zaeni (Kepuh)
    43. Sayuti Akhyar BA ( Kepuh)
    44. Shoim Said (Kubang Karees)
    45. H. Rukhissalam, SE (Kepuh)

    Dan masih banyak tokoh-tokoh Mathla’ul Anwar Kepuh yang belum bisa disebutkan satu-persatu.
    Dalam usianya yang masuk di perjalanan abad kedua.

    Kini Perguruan Mathla’ul Anwar Kepuh terus berbenah. Satuan pendidikan dari MI hingga MA yang sudah tersedia di MA Kepuh menjadi alternatif masyarakat untuk menyekolahkan putera/i-nya ke Madrasah Mathla’ul Anwar di Kepuh.

    Penulis:

    Zein Arifin (Kamad MAS MA Kepuh)

    Faiz Romzi Ahmad (Kontributor mathlaonline)

     159 total views,  3 views today

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial