Wednesday , 27 October 2021

Pendidikan dalam Arah Baru Mathla’ul Anwar

  • 04 October, 2021  20:44:16 

  • Oleh: KH Embay Mulya Syarief

    (Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar)

    Bismillahirrahmanirrahim,

    Sejak berdiri pada tahun 1916, Mathlaul Anwar telah berkiprah lebih dari Satu Abad, tepatnya 105 Tahun. Dalam rentang usia itu, kiprah MA dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat, telah melalui berbagai rintangan sejak zaman kolonial Belanda, penjajahan Jepang, masa kemerdekaan dan pemerintahan Orde Lama, zaman Orde Baru, hingga Era Reformasi saat ini.

    Pada masa kolonial, MA berhadapan dengan politik etik Belanda yg memosisikan institusi pendidikan MA (juga organisasi sosial keagamaan lainnya) sebagai ordonansi sekolah liar yang tidak memperoleh dukungan finansial, diposisikan sebagai alat bagi perjuangan kemerdekaan, dan menjadikan pendidikan sebagai wadah bagi pergerakan rakyat menentang kolonialisme.

    Di tengah berbagai tantangan dan rintangan sepanjang perjalanan sejarahnya, MA terus berkiprah dan turut serta mencerdaskan kehidupan rakyat. Hingga saat ini, telah tak terhitung ulama dan ustadz yang dihasilkan; puluhan ribu sarjana yang sebelumnya studi di sekolah dan madrasah MA telah memberikan pencerahan bagi pentingnya ilmu dalam beragama; serta jutaan generasi telah dididik dan dibesarkan; hampir setiap jengkal tanah di Nusantara para lulusan madrasah dan sekolah MA telah memberikan pencerahan bagi kehidupan keagamaan yang ramah, moderat, toleran, dan berkeadaban.

    Baca juga :  Raichan , Pelajar MTs MA Pusat Penghafal Al-Qur'an Terbaik Raih Penghargaa

    Akan tetapi, zaman terus berubah. Lembaga-lembaga pendidikan MA yang sangat moderen pada masanya kini telah mengalami proses tradiaionalisasi. Di tengah perkembangan dunia pendidikan di Indonesia saat ini, perguruan – perguruan, madrasah – madrasah, dan sekolah – sekolah MA justru menghadapi masalah yang serius akibat terlena dengan sejarah masa lalunya yang gemilang. Dari sekitar 70 Perguruan dan lebih dari 2000 madrasah dan sekolah, tidak banyak yang mampu eksis dan berhasil mengikuti perkembangan.

    Sementara sebagian besar lainnya nyaris berjalan di tempat, dengan kondisi gedung yang makin tua dan lapuk, kualitas guru dan tenaga kependidikan yang cenderung menyusut, kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang makin berkurang, serta dukungan sosial yang terus mengalami involusi, yakni proses melingkar ke dalam.

    Baca juga :  MOI Deklarasikan Dukung Anies Sandi

    Selain karena problem internal, fenomena ini juga diakibatkan oleh berbagai faktor dari luar, seperti massifnya sekolah dan madrasah negeri hingga ke berbagai pelosok daerah, hadirnya berbagai lembaga pendidikan dengan tawaran yang menarik serta dikemas dengan program2 keilmuan dan keagamaan yg menjanjikan. Lebih dari itu, lembaga-lembaga pendidikan yang baru itu dibangun dengan fasilitas yang lengkap, dikelola secara profesional, serta ditawarkan dengan sosialisasi yang massif.

    Kurang lebih, dalam posisi seperti itulah perguruan – perguruan dan sekolah serta madrasah MA berada di tengah masyarakat yang berubah demikian cepat dengan kebutuhan pendidikan yang melampaui kemampuan MA untuk memberikan pelayanan pendidikan secara maksimal. Karena itu, seluruh perguruan serta sekolah dan madrasah MA musti meneguhkan tekad untuk secara bersama-sama meluruskan niat, memperkokoh semangat, serta meningkatkan semangat dalam menyongsong Arah Baru Mathlaul Anwar.

    Baca juga :  Kartu Ini Harus Selalu Disimpan Sepulang Haji

    Arah Baru MA ini antara lain diarahkan pada optimalisasi layanan pendidikan, memperkuat sistem kelembagaan, serta meningkatkan kualitas dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Hanya dengan cara ini Mathlaul Anwar akan mampu meningkatkan kiprahnya di bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan sosial.

    Dalam kerangka Arah Baru ini, seluruh amal usaha organisasi dilakukan bagi terbangunnya spirit untuk Menata Umat dan Merekat Bangsa. Karena itu, penting bagi MA untuk terus membangun semangat toleransi, memperkokoh sikap moderasi dalam beragama, serta meneguhkan komitmen kebangsaan bagi terwujudnya kehidupan yang adil, damai, dan penuh rukun.

    *Disampaikan saat membuka kegiatan Pelatihan Teknis Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi Kemenag RI yang diikuti tenaga pendidik dari Perguruan Mathla’ul Anwar se – Banten.

     

     63 total views,  3 views today

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial