Sunday , 7 August 2022

Menyongsong Milad Ke-104 Perguruan Mathla’ul Anwar Kepuh-Cinangka Kesempatan Refleksi, Evaluasi, dan Menguatkan Semangat Kebangsaan Tokoh Pendahulu

  • 23 June, 2022  17:52:25 

  • Oleh : Zainul Arifin, M.Pd

    Mathla’ul Anwar Kepuh Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang adalah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) atau Keagamaan, Mathla’ul Anwar (bahasa arab, yang artinya tempat munculnya cahaya) yang mengelola pendidikan, da’wah dan sosial yang berdiri sejak tahun 1918 M cabang kedua dari Mathla’ul Anwar Menes Pandeglang yang berdiri pada tahun 1916 M.

    Mathla’ul Anwar Kepuh berpandangan bahwa Agama Islam menyangkut seluruh aspek kehidupan meliputi aqidah, ibadah, akhlaq, dan mu’amalat, yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan harus dilaksanakan dalam kehidupan perseorangan maupun kolektif.

    Mathla’ul Anwar didirikan untuk meningkatkan mutu pribadi-pribadi muslim yang mampu menyesuaikan hidup dan kehidupannya dengan ajaran agama Islam serta mengembangkannya sebagaimana tokoh-tokoh terdahulu.

    Dengan demikian Mathla’ul Anwar dapat mewujudkan atau mengaktualisasikan Agama Islam menjadi Rahmatan lil-‘alamin (sebagai rahmat bagi seluruh alam) dalam kehidupan di muka bumi ini.

    Milad ke-104 Perguruan Mathla’ul Anwar Kepuh Cinangka jadikan sebagai kesempatan untuk merefleksi, mengevaluasi langkah yang selama ini dilakukan supaya selalu berada di dalam kerangka kebenaran.

    Serta menguatkan spirit yang diwariskan oleh tokoh pendahulu Mathla’ul Anwar Kepuh.

    Sejak awal berdiri sampai lebih dari seabad ini, Mathla’ul Anwar Kepuh mencatatkan sejarah emas tentang usaha kemandirian berbangsa dan bernegara. Termasuk jejak perjuangan para tokoh pendahulu yang meletakkan dasar perjuangan Mathla’ul Anwar Kepuh membangun masyarakat.

    Tugas kita saat ini bagaimana melanjutkan kiprah Mathla’ul Anwar Kepuh membangun umat dan bangsa kedepan. Tidak boleh terlalu banyak membanggakan yang sudah dilakukan, tetapi harus menyusun rencana untuk memajukan umat di masa yang akan datang.

    Semangat tersebut linier dengan komitmen yang dimiliki oleh tokoh pendahulu Mathla’ul Anwar Kepuh.

    Sebagai organisasi keagamaan, Mathla’ul Anwar merupakan bagian tak terpisahkan dari umat Islam dan hidup berdampingan antar sesama umat Islam maupun dengan sesama Indonesia yang senantiasa berusaha memegang teguh prinsip persaudaraan (ukhuwah), toleransi (tasamuh), kebersamaan warga negara yang mempunyai keyakinan atau agama lain untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh dan dinamis.

    Baca juga :  Idul Adha 2018: Global Qurban Sasar Warga Prasejahtera di 45 Negara

    Mathla’ul Anwar berpandangan bahwa berkiprah dalam kehidupan bangsa dan negara merupakan salah satu perwujudan dari misi dan fungsi melaksanakan da’wah amar ma’ruf nahi munkar sebagaimana telah menjadi panggilan sejarahnya sejak zaman pergerakan hingga masa awal dan setelah kemerdekaan Indonesia.

    Peran dalam kehidupan bangsa dan negara tersebut diwujudkan dalam langkah-langkah strategis dan taktis sesuai kepribadian, keyakinan dan cita-cita hidup, serta khittah perjuangannya sebagai acuan gerakan sebagai wujud komitmen dan tanggungjawab dalam mewujudkan “Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur”.

    Dalam konteks berbangsa dan bernegara, peran dan kiprah Mathla’ul Anwar memiliki peran strategis. Mathla’ul Anwar sudah mampu mengawal perjalanan bangsa ini ke arah yang lebih baik.

    Sebab kita menyaksikan bahwa moralitas kebangsaan dewasa ini telah terkoyak oleh system politik, hukum dan ekonomi. Mathla’ul Anwar bukan sekadar menjadi kekuatan besar yang “ditakuti”, tetapi lebih pada peran sebagai penyebar nilai kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan untuk mengubah pola pikir politik saat ini yang cenderung pragmatis.

    Maka dari itu, refleksi adalah kata paling tepat untuk dilakukan. Refleksi ini penting untuk mengetahui lebih jauh peta kekuatan, kelemahan, kesempatan dan tantangan yang dimiliki Mathla’ul Anwar untuk selanjutnya diambil tindakan tepat, terukur dan strategis untuk memperbaikinya hingga mencapai tujuan maksimal.

    Dalam melaksanakan misi utamanya sebagai gerakan Islam dan dakwah amar ma’ruf nahi munkar, Mathla’ul Anwar tidak dapat melepaskan diri dari dinamika politik bangsa.

    Politik dan dakwah adalah dua kegiatan yang saling mempengaruhi. Mathla’ul Anwar secara kelembagaan tidak menempatkan politik sebagai kepentingan tujuan yang dominan.

    Baca juga :  Khutbah Wukuf 1438 H dari Arafah

    Perlu semakin dimantapkan sebagai visi dan cita pergerakan kultural, tanpa perlu terjebak pada pemenuhan kepentingan-kepentingan politik yang bersifat jangka pendek dan sesaat.

    Mathla’ul Anwar sebagai organisasi sosial-keagamaan (organisasi kemasyarakatan) yang mengemban misi da’wah amar ma’ruf nahi munkar senantiasa bersikap aktif dan konstruktif dalam usaha-usaha pembangunan dan reformasi nasional sesuai dengan khittah (garis) perjuangannya serta tidak akan tinggal diam dalam menghadapi kondisi-kondisi kritis yang dialami oleh bangsa dan negara.

    Karena itu, Mathla’ul Anwar senantiasa terpanggil untuk berkiprah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berdasarkan pada khittah perjuangan.

    Mathla’ul Anwar meyakini bahwa politik dalam kehidupan bangsa dan negara merupakan salah satu aspek dari ajaran Islam dalam urusan keduniawian (al-umur ad-dunyawiyat) yang harus selalu dimotivasi, dijiwai, dan dibingkai oleh nilai-nilai luhur agama dan moral yang utama.

    Karena itu diperlukan sikap dan moral yang positif dari seluruh warga Mathla’ul Anwar dalam menjalani kehidupan politik untuk tegaknya kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Mathla’ul Anwar meyakini bahwa negara dan usaha-usaha membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, baik melalui perjuangan politik maupun melalui pengembangan masyarakat.

    Pada dasarnya merupakan wahana yang mutlak diperlukan untuk membangun kehidupan di mana nilai-nilai Ilahiah melandasi dan tumbuh subur bersamaan dengan tegaknya nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, perdamaian, ketertiban, dan kebersamaan.

    Mathla’ul Anwar memilih perjuangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui usaha-usaha pembinaan atau pemberdayaan masyarakat guna terwujudnya masyarakat madani (civil society) yang kuat.

    Sedangkan hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan kenegaraan sebagai proses dan hasil dari fungsi politik pemerintahan akan ditempuh melalui pendekatan-pendekatan secara tepat dan bijaksana sesuai prinsip-prinsip perjuangan kelompok kepentingan yang efektif dalam kehidupan negara yang demokratis.

    Baca juga :  Mts Mathla'ul Anwar Cintamulya Lampung Juara 1 lomba Futsal Se Lampung Selatan

    Mathla’ul Anwar senantiasa memainkan peranan politiknya sebagai wujud dari dakwah amar ma’ruf nahi munkar dengan jalan mempengaruhi proses dan kebijakan negara agar tetap berjalan sesuai dengan konstitusi dan cita-cita luhur bangsa.

    Mathla’ul Anwar secara aktif menjadi kekuatan perekat bangsa dan berfungsi sebagai wahana pendidikan politik yang sehat menuju kehidupan nasional yang damai dan penuh kebersamaan.

    Mathla’ul Anwar tidak berafiliasi dan tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan kekuatan-kekuatan politik atau organisasi manapun.

    Mathla’ul Anwar senantiasa mengembangkan sikap positif dalam memandang perjuangan politik dan menjalankan fungsi kritik sesuai dengan prinsip amar ma’ruf nahi munkar demi tegaknya sistem politik kenegaraan yang demokratis.

    Mathla’ul Anwar memberikan kebebasan kepada setiap warganya untuk menggunakan hak pilihnya dalam kehidupan politik sesuai hati nurani masing-masing.

    Penggunaan hak pilih tersebut harus merupakan tanggungjawab sebagai warga negara yang dilaksanakan secara rasional dan kritis, sejalan dengan misi dan kepentingan Mathla’ul Anwar, demi kemaslahatan bangsa dan negara.

    Amanat para tokoh Mathla’ul Anwar meminta kepada segenap warganya yang aktif dalam politik untuk benar-benar melaksanakan tugas dan kegiatan politik secara sungguh-sungguh dengan mengedepankan tanggung jawab (amanah), akhlak mulia (akhlaq al-karimah), keteladanan (uswah hasanah), dan perdamaian (ishlah).

    Aktifitas politik tersebut harus sejalan dengan upaya memperjuangkan misi Mathla’ul Anwar dalam melaksanakan da’wah amar ma’ruf nahi munkar.

    Mathla’ul Anwar senantiasa bekerjasama dengan pihak atau golongan manapun berdasarkan prinsip kebajikan dan kemaslahatan, menjauhi kemudharatan, dan bertujuan untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara ke arah yang lebih baik, maju, dan demokratis.

    *Penulis adalah Kepala Madrasah Aliyah Mathla’ul Anwar Kepuh Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang

    #Bangga ber_MA

     46 total views,  2 views today

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial