Sunday , 7 August 2022

Naskah Pidato Mama Idjen Pada Forum Curah Pendapat Pra Muktamar XVI MA 2001

  • 28 June, 2022  14:34:36 

  • Assalamualaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh
    Alhamdullilah

    Pengurus Besar Mathla’ul Anwar
    Yth. Hadirin Forum Curah Pendapat yang berbahagia

    Pertama – tama mari kata panjatkan puji syukur kehadirat Allah Swt, karena atas perkenan dan Karunia Nya lah kita pada saat ini dapat bermuwajahah bersilaturahim sesuai dengan ketetapan Pengurus Besar Mathla’ul Anwar bertempat di Gedung Auditorium Mathla’ul Anwar yang berbahagia ini.

    Solawat serta salam semoga Allah senantiasa mencurahkan kepada jungjungan kita Rosulullah Muhammad SAW, kepada keluarganya kepada para sahabatnya dan kepada umatnya yang istiqomah mengamalkan syaiatnya, sampai akhir hayatnya, demikian pula kita yang hadir di Gedung Auditorium ini.

    Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, dan para hadirin yang saya muliakan.

    Surat undangan yang saya terima tidak saja untuk menghadirinya tetapi juga untuk membuat makalah singkat.

    Hal demikian ini menurut saya suatu halyang sangat menggembirakan dan terima kasih, walaupun sebenarnya surat undangan itu benar-benar saya ragu, apakah benar surat undangan ini buat saya, lebih-lebih supaya membuat makalah ringkas segala.

    Namun karena saking rasa sangat terima kasih saya. Insya Allah saya mau memberanikan din memenuhi undangan dan berdiri di mimbar Forum Curah Pendapat ini dengan tidak menyuguhkan makalah yang berisikan seperti yang diharapkan oleh Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (mohon maaf).

    Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, serta para hadirin yang saya mulyakan. Alhamdulillah, Allah SWT, masih mempertemukan saya dengan hari ini dan Forum Curah Pendapat Pengurus Besar Mathla’ul Anwar di Gedung Audihtorium yang memantau.

    Betapa tidak 15 tahun yang lalu nama saya pemah turut beredar di permukaan Mathla’ul Anwar, karena barang kah pada situasi dan kondisi waktu, politik, begitu itu dan itu adalah menurut saya sebagai proses perjalanan hidup. Makalah singkal yang diperlukan oleh Forum, mungkin bagi saya lebih tepat sebagai selayang pandang saja, sebagai ungkapan terima kasih. 

    Baca juga :  Sekali Lagi, Mathla'ul Anwar Ormas Anti Radikalisme

    85 tahun yang lalu Mathla’ul Anwar didirikan oleh para Ulama besar pada waktu itu di Menes Banten, dilatar belakangi masyarakat pada waktu itu yang kuat, yang menang, kemungkaratan-kemungkaratan, seperti perjudian, maling, bongkar, tontonan nayuhan, ketuk tilu dan rusuh jawara Desa A dan Desa B begitu seterusnya.

    Dan juga diilihami oleh gerakan Kebangkitan Nasional dengan demikian, bisa terlihat jelas bahwa garapan amaliyahnya mendirikan Pendidikan Islam dengan bentuk Madrasah yang masih asing bagi masyarakat pada waktu itu, karena pada waktu sistem pondok pesantren yang bertebaran dimana – mana.

    Naik dan turunnya perkembangan Mathla’ul Anwar sangat terasa walaupun begitu para Pemimpin Mathla’ul Anwar, secara sungguh-sungguh mengantisipasi, namun ruang Iingkup perjalanannya seperti tidak bisa melepaskan din dari koridor alamiyah belaka.

    Mathla’ul Anwar sebagai organisasi keagamaan yang bergerak di bidang Pendidikan, Dakwah dan Sosial yang tidak berafiliasi dengan partai politik, tetapi pada tahun 1953 sd 1960 terjadi gejolak luar biasa pada tubuh Mathla’ul Anwar, karena pada periode ini se ba’da Kongres NU di Palembang dan salah satu keputusannya bahwa NU menjadi partai politik.

    Maka dengan serta merta mereka kaum Nahdliyin berupaya dengan segala kemampuan yang ada pada mereka mau membawa madrasah-madrasah MA, pengurus – pengurus MA sekaligus kaum muslimin – muslimat masuk dibawah payung Nahdlatul Ulama sebagai partai politik dan berbarengan dengan itu pada tahun 1965 gejolak Nasakomisasi yang hampir bisa melumpuhkan berfikir sehat masyarakat pada waktu itu, dengan sikap dan gaya bahasanya itu tujuh setan desa dan lain-lain sebagainya.

    Pengurus Besar Mathla’ul Anwar dan para hadirin yang saya hormati.

    Kondisi semacam inilah sebagai awal kurang berjalannya mekanisme organisasi secara administratif organisatoris, manajemen dan kaderisasi atau sumber daya tidak lagi menjadi garapan serius, periode berikutnya orde baru lahir dan orde lama tumbang bersama PKI nya, hal ini sebagai anugerah ALLAH SWT.

    Baca juga :  Bersama Atasi Kekeringan di Gunungkidul

    Sekaligus dirasakan oleh Mathla’ul Anwar sebagai udara segar, maka dengan semangat orde baru pada tahun 1967 Mathla’ul Anwar menyelenggarakan Kongres di Menes dengan berlangsung sangat memuaskan.

    INSYA ALLAH…

    Dalam perubahan struktur kenegaraan seperti ini Mathla’ul Anwar berkiprah bersama – sama organisasi lainya menumpas G30S PKI yang kemudian aktif di Sekretariat Bersama Golongan Karya,.

    Tetapi karena selanjutnya Sekber Golkar mendeklarasikan sebagai organisasi politik, maka Mathla’ul Anwar tidak berlanjut berkiprah di Golkar, tetapi tetap sebagai organisasi kemasyarakatan yang independen, namun begitu bagi warganya dipersilahkan mempunyai kebebasan memihh parpol yang ia sukai.

    Sebagai dimaklumi bahwa Mathla’ul Anwar mempunyai potensi untuk lebih diangkat kepermukaan maka terjadilah tarikan-tarikan politik sebagai konsekuensi logis keberadaan politik penguasa pada waktu itu.

    Keberadaan SDM Mathla’ul Anwar diakui atau tidak, barangkali lebih tepat secara jujur dapat diakui sangat mempernhatinkan, karena itu bagi fungsionaris Mathla’ul Anwar menerima double fungsi yaitu fungsi pendidikan dan politik, dalam hal ini politik praktis, nampaknya tidak berjalan mulus dua – duanya, tentunya salah satu yang terhambat adalah bidang pendidikan.

    PB Mathla’ul Anwar, Forum Curah Pendapat yang saya muliakan.

    Apa gerangan perkembangan Mathla’ul Anwar terhadap pembinaan, pengelolaan, dll. Teriihat kepedulian para pemimpinnya sudah sangat tipis sehingga tidak mustahil banyak terjadi Madrasah kurang guru, kurang murid, madrasah kosong, rusak dan sampai pada gilirannya beralih nama pindah kepada organisasi pendidikan Islam lainnya sudah bukan barang yang luar biasa tetapi sudah merupakan keadaan yang biasa.

    Oleh karena itu bagi para Pemimpin Mathla’ul Anwar mempunyai tanggung jawab double fungsi tidak saya bertentangan dengan independensi Mathla’ul Anwar, tetapi justru karena daya tarik partai politik itu sangat besar. Dengan demikian maka, seyogyanya bersifat afiliasi pun dihindarkan sejauh mungkin.

    Baca juga :  Sekilas Sejarah MTs.MA di Tuyau, Barito Timur, Kalimantan Tengah

    INSYA ALLAH, walaupun begitu kita berbesar hati karena sekarang kita berkumpul bersilaturahmi di gedung sekretariat PB Mathla’ul Anwar sendiri yang demikian memberikan rasa sejuk dan menyenangkan, lebih dari itu akan bisa mendorong kita berfikir jernih dan objektif.

    PB Mathla’ul Anwar dan para hadirin yang berbahagia.
    Kerangka Acuan Curah Pendapat PB Mathla’ul Anwar merupakan suatu itikad baik secara terbuka dan realistis, oleh karena itu pada kesempatan yang berharga ini saya ingin mengakhiri selayang pandang saya ini dengan hal-hal sebagai berikut:

    Bahwa semangat pengabdian dan rasa memiliki yang dirasakan sudah mengendor ini supaya segera dibangun kembali

    Pertama : Secara serempak supaya diselenggarakan / dihimpun kembah pemuka, Ustadz – Ustadz, dan Muslimin Muslimat Mathla’ul Anwar yang ada di Desa – Desa.

    Kedua : Kunjungan kerja ke bawah, Pengurus Daerah Kabupaten Mathla’ul Anwar secara berkelanjutan.

    Ketiga : Secara serempak diadakan Musyawarah Anak Cabang Mathla’ul Anwar. Kecamatan.

    Keempat : Diselenggarakan kaderisasi bagi abituren Mathla’ul Anwar untuk menjadi mubaligh dan menjadi penggerak dan menjadi tenaga pengajar/guru yang terdidik di Madrasah – Madrasah Mathla’ul Anwar.

    Kelima : Bagi siswa Aliyah kelas III, diwajibkan masuk asrama/pesantren Mathla’ul Anwar.

    Keenam : Setiap tingkat madrasah dan guru guru Mathla’ul Anwar langsung dibawah tanggung jawab PB Mathla’ul Anwar.

    Ketujuh : Menyelenggarakan Perguruan Tinggi IKIP Mathla’ul Anwar.

    Kedelapan : Fungsionaris Mathla’ul Anwar agar lebih tanggap dan peduli terhadap kemajuan dan mundurnya Mathla’ul Anwar.

    Kesembilan : Disetiap tingkat Madrasah Tsanawiyah danAliyah agar dibentuk koperasi.

    PB Mathla’ul Anwar, serta para hadirin yang saya muliakan. Demikian yang dapat saya sampaikan, kurang lebih saya mohon maaf sebesar-besarnya, serta menyampaikan ucapan terima kasih atas segala perhatiannya.

    Billahi Taufiq wal Hidayah. Aamiin.
    Wassalamu’alaikum warokhmatullahi Wabarokaatuh.

    Mochamad Idjen
    Menes, 21 – 3 – 2001

     58 total views,  4 views today

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial