Friday , 2 December 2022

PBMA Gelar Seminar Nasional Pupuk dari Limbah Industri, Ini Rekomendasinya

  • 23 November, 2022  19:48:31 

  • Pandeglang

    Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) bekerja sama dengan Universitas Mathla’ul Anwar Banten dan PT Indonesia Power PLTU Banten 2 Labuan mengadakan Seminar Nasional dengan tajuk “Peran Pupuk Organik dari Limbah Industri untuk Percepatan Kedaulatan Pangan Nasional” di GSG KH Irsyad Djuwaeli UNMA Banten. Selasa (22/11/22).

    Hadir dalam pembukaan kegiatan Ketua Umum PBMA KH Embay Mulya Syarief, Pj Sekda Banten Tranggono, Vice President Indonesia Power I Gan Wardiana Yasa, GM PLTU Banten 2 Labuan, GM PLTU Lontar, GM PLTU Suryalaya, Waketum PBMA Babay Sujawandi, Sekjen PBMA Jihaduddin dan Rektor UNMA Banten Syibli Sarjaya.

    Para pembicara dalam Seminar Nasional tersebut dari berbagai kalangan, Ir Mindo Sianipar Anggota Komisi IV DPR RI, Minar Surbakti Praktisi Pertanian, Dr. Agus M Tauchid Kadistan Prov Banten, dan Prof Agung Sugondo Praktisi Pertanian Zero Residu.

    Baca juga :  Mathla'ul Anwar Kepuh; Berdiri 1918 dan Madrasah Tertua Kedua Mathla'ul Anwar

    Seminar nasional tersebut diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, petani penerima manfaat pupuk FABA dan para praktisi di bidang pertanian.

    Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa limbah industri dalam hal ini Faba dari hasil pembakaran batubara di PLTU menjadi masalah besar bagi lingkungan dan kehidupan ekosistem.

    Isu yang dibahas dalam KTT G20 di Bali salah satunya adalah pencemaran udara yang begitu mengkhawatirkan oleh polutan gas buang hasil pembakaran Fosil penyumbang terbesar rusaknya kualitas udara di dunia saat ini, tingkat kematian akibat ISPA cukup tinggi sehingga dalam KTT tersebut disepakati untuk mengurangi penggunaan Fosil (batu bara) sebagai satu satunya bahan bakar PLTU.

    Baca juga :  PELATIHAN SEMBELIH HALAL PW MATHLA’UL ANWAR DAN LAZIS AL IHSAN JAWA TENGAH BERSAMA JULEHA

    Selanjutnya untuk mengurai persoalan tersebut kami memiliki solusi yang sangat efektif dengan mengubah limbah FABA menjadi Pupuk Organik melalui rekayasa teknologi tepat guna yang sangat berguna bagi dunia pertanian.

    Menimbang hal itu, Dhona el – Furqan Ketua Pelaksana Seminar Nasional menyampaikan 5 rekomendasi kepada:

    1. Pemerintah baik pusat dan daerah untuk segera merespon penemuan teknologi tepat guna ini yang mengubah Limbah FABA menjadi Pupuk Organik kualitas tinggi sebagai solusi penanganan persoalan limbah saat ini.
    2. Pemerintah pusat dan daerah segera membuat regulasi untuk produksi pupuk organik berbahan dasar limbah FABA dengan teknologi yang kami temukan sebagai satu satunya solusi
    3. Indonesia Power PLN PLTU sebagai pihak yang memiliki persoalan limbah secara terbuka segera menyambut baik solusi ini dengan mensuport secara penuh produksi Pupuk Organik berbahan dasar FABA dari hulu hingga hilir sehingga tercipta lingkungan yang sehat demi mewujudkan ketahanan pangan dan energi secara simultan.
    4. Masyarakat petani sebagai pengguna dimudahkan mengakses pupuk organik berbahan dasar limbah FABA ini.
    5. Semua pihak terkait menyambut baik solusi limbah menjadi berkah demi mewujudkan ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional.

     38 total views,  8 views today

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.

    Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial